Pohon Kawung

Berdasarkan data-data bahwa Pohon Kawung punya tempat tersendiri di kalangan masyarakat Sunda. Dari sekian banyak tumbuhan dan pohon yang bermanfaat untuk manusia, hanya pohon kawung yang ditulis secara khusus menjadi babad di dalam naskah-naskah kuno masyarakat Sunda.

Dari beberapa dokumen yang ada, sekurangnya ada tiga babad kawung yang diketahui, yaitu Babad Kawung Galuh, Babad Kawung Lebak, dan Babad Kawung Baduy. Ketiganya menuturkan ihwal keberadaan pohon kawung dan kegunaannya. Termasuk diantaranya adalah cara merawat pohon kawung dan proses mengolah air kawung menjadi gula.

Air dari pohon kawung yang biasa disebut lahang dapat diproses menjadi gula, cuka dan arak. Buahnya dapat dibuat jadi manisan kulang-kaling atau curuluk. Ijuknya dapat dimanfaatkan menjadi atap. Pelepahnya dapat digunakan untuk membuat instrumen karinding atau keperluan lainnya. Dengan berbagai kegunaan ini, tidak aneh bila pohon kawung kemudian memiliki tempat yang khusus dalam kebudayaan masyarakat di beberapa wilayah Nusantara.

Pohon Kawung dipercaya oleh sebagian masyarakat Sunda sebagai axis mundi atau penghubung antara langit dan Bumi. Dahulu daun kawung memang kerap digunakan untuk menulis naskah yang biasanya dibuka dengan menyebut nama dewa-dewi. Tak mengherankan bila kemudian ada anggapan bahwa pohon kawung adalah tumbuhan yang berfungsi sebagai media penyampai wahyu dari para dewa dan karuhun (leluhur) orang Sunda.

Orang Sunda juga mengenal istilah cukang kawung yang artinya kira-kira jembatan yang terbuat dari batang pohon kawung. Secara simbolik, pohon kawung juga dianggap dapat menjadi jembatan penghubung dengan dunia asal-usul (karuhun) manusia. Selain itu orang Sunda juga mengenal istilah masagi kawung. Istilah ini merujuk pada prinsip hidup yang berpijak pada keseimbangan dan daya manfaat agar manusia dapat menjadi sosok yang berguna seperti pohon kawung.

Pohon Kawung tumbuh karena bijinya tersebar melalui kotoran careuh atau musang liar. Konon pohon kawung memang jarang ditanam secara sengaja. Seringnya pohon ini tumbuh alami dan menyebar karena bijinya terbawa careuh.

 

D’Kawung

Pahon Kawung, atau yang juga banyak dikenal dengan aren (Arenga pinnata, Merr), enau atau nira termasuk ke dalam tanaman perkebuhan berpotensi besar untuk dikembangkan. Produk utama pohon kawung sebagai hasil dari penyadapan air nira Bungan jantan yang dapat dijadikan gula, minuman, cuka dan alcohol. Bagian pohon kawung yang lain dapat dibuat bahan makanan, antara lain kolang kaling dari buah betina yang sudah dimasak dan teung aren untuk bahan makanan dalam bentuk kue, roti dan biscuit yang berasal dari pengolahan bagian empelur batang tanaman.

Pohon Kawung merupakan jenis tanaman tahunan, berukuran besar, berbentuk pohon soliter tinggi hingga 12 m, diameter setinggi dada (DBH) hingga 60 cm. Pohon kawung dapat tumbuh mencapai tinggi dengan diameter batang sampai 65 cm dan tinggi 15 m bahkan mencapai 20 m dengan tajuk daun yang menjulang di atas batang. Pohon kawung tumbuh dengan baik pada ketinggian 500 – 1200 m dpl.

Pohon kawung merupakan tanaman serba guna karena hampir semua bagiannya dapat dimanfaatkan. Aren telah lebih dari 200 tahun dibudidayakan khususnya di Indonesia, untuk dimanfaatkan tepung dan gulanya. Kegunaan lainnya antara lain: sebagai bahan baku untuk bermacam-macam kerajinan tangan, peralatan serta perlengkapan rumah tangga, dan untuk penghijauan. Potensi tumbuhan ini juga penting dalam bidang kehutanan dan sebagai sumber bahan baku kayu untuk peralatan dan bangunan.

 

 

Pengolahan

Pohon Kawung mulai berbunga, setelah tanaman berumur 7 – 10 tahun. Tangkai malai bunga dapat disadap setiap hari, selama 2-3 bulan, menghasilkan 10-30 liter nira tiap hari dan dapat disadap secara terus menerus selama 3-9 bulan. Hasil penyadapan utk rentang waktu penyadapan minimum adalah 360 kg/3 bulan/perbungaan.

Setelah melalui proses tahapan penyadapan nira petani perkebunan Kampung Cimapag, Desa Sinaresmi, Cisolok Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat langsung melakukan proses selanjutnya hingga menjadi gula bubuk (semut) D’Kawung yang saat ini mulai dapat kita jumpai.

Setiap harinya, petani Kampung Cimapag, Desa Sinaresmi, Cisolok mampu menyadap 15 pohon kawung. Pembuatan gula aren lebih banyak menggunakan bunga jantan dari pohon kawung, karena nira dari bunga jantan menghasilkan air nira yang lebih banyak dari pada yang dihasilkan bunga betina. Selain itu, kualitas air nira dari bunga jantan lebih memuaskan.

 

Ekosistem yang terjaga

Keberadaan perkebunan pohon kawung yang berada di Kampung Cimapag, Desa Sinaresmi, Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat telah memberikan manfaat yang luar biasa bagi masyarakat sekitar sebagai petani sekaligus pengolah gula kawung.

Gula D’Kawung adalah pemanis yang dibuat dari nira yang proses pembuatannya benar-benar alami, ekologis dan tidak tersentuh oleh bahan-bahan non-alami.

Terus menjaga ekosistem kehidupan pohon kawung menjadi komitmen petani Kampung Cimapag, Desa Sinaresmi dalam menentukan waktu penyadapan bahan gula kawung yang tidak sembarangan. Dimana petani hanya akan menyadap nira satu kali sehari, yakni hanya pada sore hari.

Begitu pula tempat penyadapan yang terbuat dari bilah bamboo petung atau ori agar nira aren lebih segar, jernih dan tidak ada unsur bahan-bahan non-organik.

Menggunakan alat penyaring gula aren yang terbuat dari bambu yang di atasnya dipasang kain kasa. Setelah disaring, nira segera direbus di atas tungku perapian berbahan bakar kayu agar aroma gula aren tersebut lebih alami.

 

Nilai Keunggulan

Bila bertanya manfaat gula kawung, pastinya semua masyarakat Indonesia sudah mengenal dengan apa yang namanya gula kawung. Gula kawung merupakan salah satu jenis gula alami yang diproduksi secara alami & tradisional, karena disitulah letak nilai keaslian maupun khasiat yang dikandungnya.

Sebagai pemanis alternative juga sangat penting & diperlukan dalam tubuh karena gula aren memilki indeks glikemik yang baik bagi tubuh. Gula kawung merupakan pemanis asli yang memilki khasiat banyak untuk kesehatan. Meskipun begitu, masih banyak masyarakat jaman sekarang belum banyak mengetahuinya.

Indeks Glikemik (IG) adalah suatu ukuran yang digunakan untuk mengindikasikan seberapa cepat karbohidrat yang terdapat dalam makanan dapat diubah menjadi gula oleh tubuh manusia. Ukuran ini berupa skala dari 0 – 100. Sebagai contoh, gula pasir memilki anka indeks glikemik 100, ini berarti karbohidrat dalam gula pasir sangat cepat diubah oleh tubuh menjadi gula bagi tubuh.

Indeks Glikemik juga dapat menginformasikan bagaimana pengaruh makanan terhadap kadar gula darah dan insulin. Semakin rendah nilai indeks glikemik maka akan semakin sedikit pengaruhnya terhadap level insulin dan kadar gula darah.

 

Nilai Khasiat

Seperti apa & bagaimana manfaat gula kawung untuk kesehatan tubuh? Agar kita tidak hanya sekedar menjadi penikmat rasa manisnya saja, ada baiknya kita juga mengetahui manfaat gula aren ini.

Selain proses pembuatannya, Anda juga perlu tahu bahwa ada beberapa manfaat gula kawung (gula aren) yang punya kandungan zat gizi. Kandungan zat yang terdapat dalam gula kawung, meliputi karbohidrat, protein, lemak, kalsium, zat besi, fosfor, vitamin B3 (niasin) dan vitamin C.

Di samping itu, gula kawung juga mengandung serat makanan yang sangat baik untuk kesehatan sistem pencernaan sehingga bisa terhindar dari masalah medis pada sistem pencernaan. Gula kawung memiliki kandungan fruktosa dan sukrosa yang cukup tinggi yang memberikan citarasa manis alami dan sehat. Yuk simak beberapa manfaat gula aren bagi kesehatan tubuh di bawah ini.

1. Mengatasi Kelelahan

Mengandung folat dan zat besi dalam jumlah yang tinggi, manfaat gula kawung yang bisa dirasakan adalah mencegah kelelahan dan juga rasa lemas yang merupakan gejala umum dari anemia.

2. Melawan Radikal Bebas

Manfaat gula kawung lainnya adalah kemampuannya melawan efek radikal bebas. Memiliki kandungan antioksidan yang tinggi, terutama selenium yang membantu mencegah berbagai efek radikal bebas

Selain itu, antioksidan yang dimiliki gula kawung juga dapat mengurangi sejumlah tanda penuaan. Campuran gula kawung dengan teh hangat dipercaya akan mengobati migrain dan sakit kepala.

3. Meningkatkan Fungsi Pencernaan

Bagi Anda yang sering mengalami sembelit, sepertinya Anda bisa mendapatkan manfaat gula kawung. Mengonsumsi gula kawung akan meningkatkan sistem pencernaan pada tubuh dan membantu fungsinya agar tetap optimal.

4. Mencegah Masalah Pernapasan

Manfaat gula kawung yang satu ini berguna bagi Anda yang memiliki masalah dengan sistem pernapasan. Oleh karenanya, konsumsi gula kawung secara teratur dapat membantu mencegah masalah pernapasan seperti bronkitis dan asma. Selain itu, gula kawung juga mengandung sifat tertentu yang membantu dalam mengatur suhu.

5. Menjadi Sumber Energy

Manfaat gula kawung yang terakhir adalah kemampuannya meningkatkan energi. Gula kawung adalah adalah makanan karbohidrat kompleks yang akan memberikan energi ke tubuh untuk waktu yang lebih lama, namun hal itu tidak akan membuat kadar gula darah naik.

6. Mencegah Anemia

Gula kawung memiliki kandungan yang kaya zat besi dan folat. Kedua kandungan tersebut ampuh dalam mencegah terjadinya anemia. Manfaat gula kawung lanjutannya adalah mempertahankan kadar normal sel darah merah. Sering kali, gula kawung dijadikan obat alami untuk mencegah anemia.

7. Melancarkan Haid

Manfaat gula kawung yang pertama adalah melancarkan siklus menstruasi. Bagi Anda yang memiliki siklus menstruasi tidak teratur tidak adalah salahnya untuk mendapatkan manfaat gula kawung. Gula kawung dipercaya memperlancar peredaran darah dalam tubuh sehingga membuat siklus haid normal. Bahkan, gula kawung juga dipercaya mampu meredakan kram saat menstruasi datang.

8. Mengatasi Flu dan Batuk

Gula kawung juga sangat kaya akan antioksidan yang bisa membuat tubuh semakin kebal terhadap radikal bebas. Pada akhirnya, manfaat gula kawung yang bisa dirasakan adalah sebagai terapi penyembuhan flu, batuk, dan demam.

9. Meningkatkan Jumlah Hemoglobin

Manfaat gula kawung yang penting lainnya adalah memperkuat sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan jumlah hemoglobin. Jika kedua hal itu terjaga dalam kondisi baik penyakit yang disebabkan oleh gangguan darah bisa dihindari.

10. Mencegah Penyakit Kanker

Manfaat gula kawung bisa mencegah berbagai jenis penyakit kanker. Hal ini karena, gula kawung memiliki kandungan Vitamin C yang sangat tinggi sehingga mampu menangkal berbagai radikal bebas penyebab penyakit kanker.